<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1358785189417406881</id><updated>2012-02-16T18:12:09.996+07:00</updated><category term='trik'/><category term='lensa'/><category term='flash'/><category term='mitos'/><category term='pocket cam'/><category term='wireless'/><category term='lighting'/><category term='tips'/><category term='kamera'/><category term='megapixel'/><category term='DSLR'/><category term='potret'/><category term='panduan'/><category term='kamera saku'/><category term='makro'/><category term='noise'/><category term='pocket'/><category term='digital SLR'/><category term='filter'/><category term='bunga'/><title type='text'>Artikel Fotografi Praktis</title><subtitle type='html'>Kumpulan artikel fotografi praktis agar semua pembaca dapat mempelajari ilmu dan seni fotografi secara mandiri</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://fotopraktis.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1358785189417406881/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotopraktis.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Redani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18188433537253778327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSe9yY0T_II/AAAAAAAAAGs/giM0eaQa29s/S220/me.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1358785189417406881.post-2069740553961881031</id><published>2011-01-14T16:23:00.002+07:00</published><updated>2011-01-14T17:12:45.980+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='trik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wireless'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='flash'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lighting'/><title type='text'>Mini Portable Lighting</title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TTALNTLhATI/AAAAAAAAALA/uW_aqxJVTaA/s1600/lighting-demo.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Lucida Sans Unicode', 'Lucida Grande', Verdana, Arial; font-size: 10px; line-height: 12px;"&gt;Demonstrasi hasil penggunaan di luar ruangan,&lt;br /&gt;pencahayaan lighting dari kanan foto, matahari dari kiri&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Sering berfoto di luar ruangan dan ingin pencahayaan yang lebih baik daripada flash built-in di kamera anda? Ingin memiliki lighting portabel untuk aktifitas fotografi anda dan tidak ingin investasi terlalu besar? Mungkin yang berikut ini cocok untuk anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Perangkat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lighting yang saya beri judul mini portable lighting (selanjutnya kita sebut "lighting" saja) ini terdiri dari:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;1 buah flash unit&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1 buah payung foto bersisi dalam putih&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1 buah light stand ramping yang portabel&lt;/li&gt;&lt;li&gt;1 buah bracket sebagai konektor semua yang disebut di atas&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Susunan perangkat di atas menghasilkan satu titik pencahayaan. Bila perlu lebih dari satu titik pencahayaan maka anda tinggal mengalikan jumlah masing-masing unitnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TTANpoyHK2I/AAAAAAAAALE/06BODYgiumw/s1600/perangkat.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TTARKYIiUlI/AAAAAAAAALM/PvWgRhMN58A/s1600/radio-trigger.jpg" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Radio flash trigger&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Flash dan Kamera&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa menggunakan flash dari merk yang sama dengan kamera anda dan bisa juga tidak. Yang terpenting adalah kamera anda harus bisa memicu flash dari jarak jauh.&lt;br /&gt;Ada beberapa pilihan cara memicu flash dari jarak jauh. Bila kombinasi kamera dan flash anda dari merk yang sama dan sudah sama-sama mendukung sistem wireless flash secara built-in maka anda tinggal memanfaatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila salah satu saja antara kamera dan flash anda tidak mendukung sistem wireless flash maka anda membutuhkan perangkat tambahan seperti radio flash trigger atau optical flash trigger. Alat ini terdiri dari dua unit, yang satu dipasang di kamera sebagai pengirim sinyal dan satunya lagi dipasang di kaki flash sebagai penerima sinyal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Peletakan Flash&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TTARjtTxLyI/AAAAAAAAALQ/GsN27jvYP8A/s1600/posisi-lighting.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TTARjtTxLyI/AAAAAAAAALQ/GsN27jvYP8A/s1600/posisi-lighting.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Posisi lighting&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Bila kita hanya memiliki satu unit mini portabel lighting ini, maka kita bisa memanfaatkan matahari sebagai lighting yang kedua. Posisikan subyek sehingga cahaya matahari mengenai sisi samping-belakang subyek, lalu posisikan lighting kita di sisi yang berlawanan dan pastikan cahaya dari lighting nantinya akan mengenai bagian penting subyek seperti wajah dan sebagian besar tubuhnya.&lt;br /&gt;Posisi lighting ini tidak wajib seperti yang saya tunjukkan pada gambar. Anda bisa berkreasi sepenuhnya sesuka hati anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Eksekusi Pemotretan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Nah sekarang kita berasumsi bahwa seluruh perangkat anda sudah terpasang pada tempatnya dan kamera sudah bisa memicu flash pada lighting dengan baik. Anda harus menggunakan mode M (manual) pada kamera anda agar pemotretan bisa tereksekusi dengan baik. Mode P, A dan S akan membuat kamera anda “berfikir sendiri” dan mengacaukan eksposur. Shutter speed diset pada angka 1/180 hingga 1/200 detik karena itulah kecepatan tertinggi dimana kamera dan flash anda bisa bekerja dengan sinkron. Lebih cepat dari kecepatan ini maka hasil foto akan belang karena flash dan kamera sudah tidak sinkron.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TTAUCkAgh3I/AAAAAAAAALY/lr83SJ99B3I/s1600/eksekusi.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Perhatikan bahwa ada dua eksposur yang harus anda “selesaikan”. Eksposur pertama adalah ambience, yaitu tingkat cahaya di sekitar dan latar belakang foto anda. Eksposur ambience ini tidak terjangkau oleh flash sehingga harus anda kendalikan secara manual dari kamera dengan kombinasi ISO dan diafragma. Eksposur kedua adalah eksposur subyek. Karena subyek berada dalam jangkauan sinar flash maka eksposurnya menjadi tanggung jawab flash. Anda harus mengatur kekuatan flash anda nantinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Langkah pertama&lt;/b&gt;. Matikan lighting untuk sementara agar hanya ada cahaya ambience. Anda setel diafragma sedemikian rupa sehingga foto yang dihasilkan agak gelap dari normal, tingkat kegelapannya tergantung selera (ingat, anda tidak diperbolehkan memainkan shutter speed karena masalah sinkronisasi, hanya gunakan setelan diafragma dan ISO). Ambil foto beberapa kali dengan kondisi diafragma yang berbeda, pilih tingkat kegelapan yang anda suka. Bila sudah selesai, maka ini adalah eksposur background anda. Catat dan jangan diubah lagi (kecuali tingkat cahaya berubah, anda harus mengulangi dari awal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Langkah kedua&lt;/b&gt;. Sekarang hidupkan lighting anda. Tempatkan subyek di tempat dia harusnya berada. Setel flash pada kekuatan 1/4 (misal) sebagai nilai awal percobaan. Sekarang dengan tanpa mengubah setelan kamera, ambil fotonya beserta flash. Perhatikan eksposur subyek, jika terlalu terang maka turunkan kekuatan flash ke 1/8 atau 1/16 dan seterusnya. Jika terlalu gelap, naikkan kekuatan ke 1/2 bahkan ke full power. Jika masih kurang maka anda bisa menaikkan ISO atau memindahkan lighting lebih dekat ke subyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Wireless pada Nikon&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TTASykOD9uI/AAAAAAAAALU/9xGqf7LbBMI/s1600/nikon-wireless.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TTASykOD9uI/AAAAAAAAALU/9xGqf7LbBMI/s1600/nikon-wireless.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Setup wireless Nikon&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Khusus bagi pemilik sistem Nikon yang flash dan kameranya sudah memiliki sistem flash wireless secara built-in maka langkah kedua tidak perlu anda lakukan. Yang perlu anda lakukan adalah menghidupkan flash anda dan set pada mode “remote”. Pada kamera anda hidupkan flash built-in dan masuk ke menu commander mode, setel pada mode TTL dan setel juga agar flash built-in tidak ikut menyala (diset pada tanda “–”) dan sekarang anda siap memotret. Canon, Olympus dan merk lainnya memiliki sistem wireless flash yang kurang lebih sama atau dengan tambahan beberapa alat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Tambahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sistem ini ternyata juga penangkap angin yang baik. Gunakan tas sebagai pemberat atau minta asisten anda memegangi stand agar tidak jatuh tertiup angin.&lt;br /&gt;Selamat memotret!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1358785189417406881-2069740553961881031?l=fotopraktis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotopraktis.blogspot.com/feeds/2069740553961881031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fotopraktis.blogspot.com/2011/01/mini-portable-lighting.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1358785189417406881/posts/default/2069740553961881031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1358785189417406881/posts/default/2069740553961881031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotopraktis.blogspot.com/2011/01/mini-portable-lighting.html' title='Mini Portable Lighting'/><author><name>Redani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18188433537253778327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSe9yY0T_II/AAAAAAAAAGs/giM0eaQa29s/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TTALNTLhATI/AAAAAAAAALA/uW_aqxJVTaA/s72-c/lighting-demo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1358785189417406881.post-4826656014194108687</id><published>2011-01-10T23:00:00.001+07:00</published><updated>2011-01-16T08:29:01.369+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='trik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><title type='text'>KISS</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSsmmmMUR2I/AAAAAAAAAKs/WdXuiY0EHwY/s1600/bibir-merah.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Saya adalah penggemar berat KISS. Bagaimana dengan anda? Sudah pernah mencoba KISS? Bila belum pernah mencoba sebaiknya anda mulai mempelajari KISS karena dari konsep inilah pesan yang kuat dalam suatu hasil foto akan muncul. Kata wong londo KISS adalah kependekan dari “Keep It Simple, Stupid” tapi saya lebih suka “Keep It Simple, Sayang”. Dalam kesederhanaan ada kekuatan, begitu&amp;nbsp;kata seorang guru silat dalam film kung fu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Konsep KISS adalah sesederhana namanya, bila kita hendak menonjolkan sesuatu atau berniat memberitahu orang lain terhadap sesuatu yang kita foto maka ada baiknya foto kita buat sederhana. Sederhana ini maksudnya kita memilih apa saja yang masuk ke dalam foto dan apa saja yang sebaiknya tidak ikut masuk ke dalam foto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSsmjxJojmI/AAAAAAAAAKo/c7JX1rPVGZc/s1600/unkissed.jpg" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Berantakan, perlu di-KISS&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Kenapa KISS? Mudah saja. Otak kita lebih mudah mencerna sesuatu yang jumlahnya sedikit. Semakin sedikit maka semakin mudah, semakin sederhana susunannya juga semakin mudah. Otak kita mudah mengenali sebuah benda, atau sebuah warna. Tiga benda atau tiga warna masih tergolong mudah. Tapi kalau sudah 7, 8, 9, 10 benda atau warna maka otak kita mulai kehilangan fokus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto di sebelah kanan adalah salah satu contoh dimana pesan yang ingin disampaikan kurang jelas. Yang ingin disampaikan sebenarnya adalah betapa cantiknya bunga-bunga kuning itu, tetapi karena adanya latar belakang rumah yang berwarna dominan serta semrawutnya kabel-kabel listrik akhirnya pesannya menjadi kabur.&amp;nbsp;Mata penikmat foto sibuk menjelajah kesana kemari dan tidak terfokus pada bunga-bunga yang dimaksud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk meng-KISS-kan bunga di atas maka fotografer berpindah tempat guna mendapatkan latar belakang yang polos (dalam hal ini fotografer memilih langit biru untuk menjadi latar belakang) dan mengurangi jumlah bunga yang dimasukkan ke dalam foto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSsmqmtAdQI/AAAAAAAAAKw/SkNGTuRaAgM/s1600/kissed.jpg"  ="" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Sudah di-KISS&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Konsep KISS banyak kita lihat pada foto-foto produk walau penerapan konsep ini tidak terpaku pada jenis fotografi produk saja. Dan tidak selamanya konsep KISS cocok untuk semuanya. Ada kalanya kita harus memasukkan banyak hal ke dalam foto, misal bila sedang mengambil foto suasana ruangan dalam sebuah pesta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana? Siap meng-KISS-kan foto-foto anda?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1358785189417406881-4826656014194108687?l=fotopraktis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotopraktis.blogspot.com/feeds/4826656014194108687/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fotopraktis.blogspot.com/2011/01/kiss.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1358785189417406881/posts/default/4826656014194108687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1358785189417406881/posts/default/4826656014194108687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotopraktis.blogspot.com/2011/01/kiss.html' title='KISS'/><author><name>Redani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18188433537253778327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSe9yY0T_II/AAAAAAAAAGs/giM0eaQa29s/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSsmmmMUR2I/AAAAAAAAAKs/WdXuiY0EHwY/s72-c/bibir-merah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1358785189417406881.post-4250122894856054543</id><published>2011-01-10T18:36:00.000+07:00</published><updated>2011-01-10T18:36:27.059+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='trik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kamera'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><title type='text'>Mendapatkan Langit Biru</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSrq-3XWkJI/AAAAAAAAAKg/0DKMJpT_5zA/s1600/bunga-kuning.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Beberapa orang bertanya kepada saya lewat telepon dan messenger bagaimana caranya kok bisa foto-foto saya langitnya biru sekali, bagaimana cara menyetel kameranya. Bahkan ada yang nanya merk kamera segala :). Semua pertanyaan tentang langit biru saya jawab disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Saya mendapatkan foto dengan langit biru ya karena memang sedang ada langit biru di langit, sama pastinya dengan mendapatkan foto kucing karena memang ada kucing disana. :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang harus disadari adalah tidak mungkin memotret kapan saja dan dimana saja lalu kamera secara ajaib menghadirkan langit biru di hasil akhirnya. Itu tidak akan pernah terjadi. Anda harus berada di tempat yang tepat, menunggu waktu yang tepat, menghadap ke arah yang tepat untuk mendapatkan langit biru yang anda idam-idamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya, untuk mendapatkan foto bunga di atas saya menunggu hingga hampir dua minggu lamanya karena di hari-hari sebelumnya kadang hujan, kadang langit tidak cerah, bunganya sudah keburu layu, ada mobil parkir di sebelahnya dan lain-lain. Seorang sahabat bahkan harus menunggu hingga berbulan-bulan lamanya untuk mendapatkan foto bunga berlatar belakang biru karena di Inggris tempat tinggalnya cuacanya selalu mendung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tahu bahwa di Jakarta misalnya, sangat sulit mendapatkan langit biru karena sehari-harinya warna langit Jakarta adalah abu-abu. So anda mau tidak mau harus keluar Jakarta untuk mendapatkan langit biru pada latar belakang foto anda. Atau anda bisa menunggu hingga langit Jakarta pas sedang berwarna biru. Atau anda bisa melakukan post processing dengan Photoshop atau sejenisnya untuk membirukan langit anda (ini sangat tidak disarankan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk anda yang masih ragu, berikut ini foto-foto yang diambil dengan ponsel:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://3.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSrq44CXBbI/AAAAAAAAAKc/RzEugiFTw20/s320/dengan-nokia.jpg" width="240" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://2.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSrrBlbkeWI/AAAAAAAAAKk/qqtKx0YketU/s320/dengan-bb.jpg" width="240" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: both;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Nah sekarang sudah siap memotret langit biru anda sendiri?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1358785189417406881-4250122894856054543?l=fotopraktis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotopraktis.blogspot.com/feeds/4250122894856054543/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fotopraktis.blogspot.com/2011/01/mendapatkan-langit-biru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1358785189417406881/posts/default/4250122894856054543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1358785189417406881/posts/default/4250122894856054543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotopraktis.blogspot.com/2011/01/mendapatkan-langit-biru.html' title='Mendapatkan Langit Biru'/><author><name>Redani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18188433537253778327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSe9yY0T_II/AAAAAAAAAGs/giM0eaQa29s/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSrq-3XWkJI/AAAAAAAAAKg/0DKMJpT_5zA/s72-c/bunga-kuning.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1358785189417406881.post-5828559366841817959</id><published>2011-01-10T14:46:00.002+07:00</published><updated>2011-01-10T15:18:45.486+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='trik'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='filter'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><title type='text'>I Love You</title><content type='html'>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSq3nHbtl3I/AAAAAAAAAKU/5wdCiuaqEus/s1600/big-love.jpg" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Anak dan istriku. Perhatikan efek filter love di latar belakang foto&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Tentu saya mencintai anak istri dan anda pembaca blog saya. Tapi kali ini saya hendak bercerita tentang love yang lain, yaitu filter love. Filter ini tidak ada di pasaran so kita yang membuatnya sendiri dengan kertas karton. Dan.. tidak harus berbentuk love tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="separator" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSq3oZYGbII/AAAAAAAAAKY/T8Hnyu-HuIs/s1600/pemasangan-filter.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Filter ini sangat sederhana. Yang anda butuhkan hanya karton, spidol hitam, gunting, cutter dan segudang imajinasi. Anda bisa membuat lubang berbentuk segitiga, panah, burung, logo batman dan lainnya. Ukuran lubang sebaiknya tidak terlalu besar agar efeknya bisa jelas terlihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Efek dari filter ini terlihat pada background foto yang out of focus (blur/buram karena diluar fokus) dan terang, misal pada lampu atau celah-celah antara daun di pohon. Semakin tidak fokus backgroundnya maka semakin jelas bentuknya. Oleh sebab itu maka lensa yang cocok dipadukan dengan filter ini adalah lensa yang punya bukaan besar yang mampu membuat background out of focus dengan mudah, seperti lensa 50mm f/1.8.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSq3eOSaEwI/AAAAAAAAAKQ/2etE3FtyKD0/s1600/the-filter.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Setelah karton digunting dan dilubangi maka hendaknya diberi warna hitam dengan bantuan spidol. Hal ini agar tidak ada warna lain yang muncul di foto. Sekalipun nanti di foto akan muncul efek vignette (menggelap di pinggiran), warna vignettenya akan tetap terlihat netral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo tunggu apa lagi. Bikin sekarang juga dan tebar cinta dimana-mana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1358785189417406881-5828559366841817959?l=fotopraktis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotopraktis.blogspot.com/feeds/5828559366841817959/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fotopraktis.blogspot.com/2011/01/anak-dan-istriku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1358785189417406881/posts/default/5828559366841817959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1358785189417406881/posts/default/5828559366841817959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotopraktis.blogspot.com/2011/01/anak-dan-istriku.html' title='I Love You'/><author><name>Redani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18188433537253778327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSe9yY0T_II/AAAAAAAAAGs/giM0eaQa29s/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSq3nHbtl3I/AAAAAAAAAKU/5wdCiuaqEus/s72-c/big-love.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1358785189417406881.post-4706931146076727864</id><published>2011-01-10T13:56:00.002+07:00</published><updated>2011-01-10T14:21:48.017+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='makro'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lensa'/><title type='text'>Lensa Makro "Gratis"</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSqy29ppGUI/AAAAAAAAAKI/Dj2QcPFmthw/s1600/pernak-pernik-570px.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sudahkan anda tahu bahwa dengan membalik lensa SLR maka anda akan mendapatkan “lensa makro”? Yaitu lensa dengan kemampuan memperbesar subyek foto hingga beberapa kali lebih besar dari aslinya. Dengan sedikit kesabaran maka kemampuan “gratis” ini bisa kita manfaatkan untuk memotret benda-benda kecil atau pernak-pernik (ingat eBay?).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;img border="0" height="214" src="http://3.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSqrBlRpLUI/AAAAAAAAAKA/b-UZLtnPnlw/s320/perbandingan.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;Membalik lensa dilakukan benar-benar dengan membalik lensa dan memasangnya di kamera dengan bagian depan berada di belakang dan mounting menghadap subyek. Lensa yang menurut saya cocok untuk memotret pernak-pernik minimal memiliki panjang lensa 50mm (anda boleh menggunakan panjang lensa berapa saja sesuka anda). Untuk kali ini saya menggunakan lensa 28-80 yang saya selotip di posisi 80mm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar lensa tidak lepas dari bodi kamera maka anda bisa memeganginya sepanjang waktu atau bisa juga dengan membeli adaptor khusus untuk membalik lensa yang tersedia di toko peralatan fotografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://4.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSqrAc5489I/AAAAAAAAAJ8/6xVO41KXUKo/s320/lensa-dibalik.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;Saya memilih diafragma f/8 hingga f/16 untuk foto pernak-pernik semacam ini. Hal ini dikarenakan jarak pemotretan yang sangat dekat dan kita butuh semua detail subyek. Saya menghindari menggunakan bukaan f/2.8 hingga f/4 karena biasanya di hasil foto akan terasa kurang detail. Tapi ini tidak wajib, tergantung selera dan subyek fotonya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda pengguna lensa Nikon, anda bisa mengubah bukaan diafragma dengan memutar gelang diafragma pada lensa (saya sarankan anda menggunakan lensa selain seri G karena tidak memiliki ring diafragma).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;img border="0" height="213" src="http://3.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSqrphElUjI/AAAAAAAAAKE/5Rl2MjQtB8k/s320/ring-diafragma.jpg" width="320" /&gt;&lt;/div&gt;Bila anda pengguna SLR Canon maka cara untuk memilih diafragma adalah dengan memasang lensa dengan cara normal terlebih dahulu, lalu pilih angka diafragma anda (gunakan mode M atau A supaya mudah). Setelah itu tahan tombol DOF preview sambil melepas lensa anda dari dudukannya. Voila! Lensa Canon anda sudah “fixed” di diafragma yang anda pilih tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat mencoba.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1358785189417406881-4706931146076727864?l=fotopraktis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotopraktis.blogspot.com/feeds/4706931146076727864/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fotopraktis.blogspot.com/2011/01/lensa-makro-gratis.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1358785189417406881/posts/default/4706931146076727864'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1358785189417406881/posts/default/4706931146076727864'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotopraktis.blogspot.com/2011/01/lensa-makro-gratis.html' title='Lensa Makro &quot;Gratis&quot;'/><author><name>Redani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18188433537253778327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSe9yY0T_II/AAAAAAAAAGs/giM0eaQa29s/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSqy29ppGUI/AAAAAAAAAKI/Dj2QcPFmthw/s72-c/pernak-pernik-570px.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1358785189417406881.post-3935303744354170647</id><published>2011-01-10T13:10:00.000+07:00</published><updated>2011-01-10T13:10:56.207+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='noise'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><title type='text'>Noise? No Problem.</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSqh8zqmfwI/AAAAAAAAAJ0/gCb5Aztqjyg/s1600/akang-anhar.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Noise pada foto digital adalah bintik-bintik yang “mengganggu” kejernihan warna dan detail pada foto. Noise digital ini berasal dari sisa-sisa sinyal elektronik yang tertangkap oleh sensor gambar. Noise bertambah jelas apabila setelan ISO ditinggikan. Noise juga ada bila anda menggunakan kamera film, juga pada ISO tinggi. Noise ini berasal dari butiran-butiran bahan kimia sensitif cahaya pada lembaran film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda memiliki foto dengan noise yang tinggi janganlah bersedih, jangan buang foto anda, jangan hilangkan momen penting pada foto tersebut hanya gara-gara masalah noise. Masih ada banyak cara untuk memanfaatkan foto anda tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Hilangkan dengan tool noise remover&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila anda benar-benar ingin menghilangkan noise maka ada beberapa software yang bisa membantu anda. Tools ini dapat menghilangkan noise pada foto dan mempertahankan detail sebisa mungkin. Tool semacam Noise Ninja (&lt;a href="http://www.picturecode.com/"&gt;www.picturecode.com&lt;/a&gt;) dan Neat Image (&lt;a href="http://www.neatimage.com/"&gt;www.neatimage.com&lt;/a&gt;) dapat anda coba. Tools-tools ini juga menyertakan beberapa setelan dan anda bisa memilih yang paling cocok untuk foto anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSqh6OXvgkI/AAAAAAAAAJw/kK_hc835qas/s1600/akang-anhar-bw.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Ubah foto ke hitam putih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunakan software editing foto semacam Photoshop untuk mengubah foto anda menjadi hitam putih. Anda juga bisa tambahkan nuansa kekuningan agar terlihat seperti foto tua. Sekarang foto anda jadi tampil lebih artistik daripada sebelumnya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biarkan saja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul. Biarkan saja ada noise. Saya pribadi tidak ada masalah dengan noise pada foto. Saya suka noise. Banyak hal lain seperti komposisi, ekspresi dan lain-lain yang lebih penting daripada noise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba perhatikan iklan-iklan yang terpasang di mal-mal. Kebanyakan foto tersebut diambil bukan oleh sembarang fotografer melainkan fotografer yang sudah punya reputasi tinggi. Apakah foto-foto tersebut semuanya super bersih? Tidak. Kebanyakan justru banyak sekali noise, entah asli dari sananya atau ditambahkan kemudian. Fotografer lebih mementingkan unsur-unsur artistik lainnya pada foto, bukan menghabiskan waktunya memikirkan noise. Selain itu hasil foto mereka jadi tambah seru, menarik dan artistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, masih merasa bermasalah dengan noise?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1358785189417406881-3935303744354170647?l=fotopraktis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotopraktis.blogspot.com/feeds/3935303744354170647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fotopraktis.blogspot.com/2011/01/noise-no-problem.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1358785189417406881/posts/default/3935303744354170647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1358785189417406881/posts/default/3935303744354170647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotopraktis.blogspot.com/2011/01/noise-no-problem.html' title='Noise? No Problem.'/><author><name>Redani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18188433537253778327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSe9yY0T_II/AAAAAAAAAGs/giM0eaQa29s/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSqh8zqmfwI/AAAAAAAAAJ0/gCb5Aztqjyg/s72-c/akang-anhar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1358785189417406881.post-4504536670968177141</id><published>2011-01-10T12:51:00.001+07:00</published><updated>2011-01-10T13:12:59.810+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='potret'/><title type='text'>Jangan Potong Tangannya!</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://4.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSqbrNsVr-I/AAAAAAAAAJk/O4dFYZXK80I/s1600/kepotong.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;Ada beberapa cara untuk lebih memperkuat cerita pada sebuah foto. Salah satunya adalah dengan mengikutsertakan tangan subyek ke dalam foto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain ekspresi wajah, tangan adalah salah satu bagian tubuh penting yang dapat ikut “berbicara”. Bisa berupa subyek sedang menunjuk, menggenggam sesuatu atau yang lainnya. Jadi jangan potong tangan si subyek, ikut sertakan dalam foto sebagai penguat cerita pada foto anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Caranya melakukannya cukup mudah, saat anda sedang mengintip viewfinder atau layar LCD kamera anda hanya harus memasukkan tangan (selain wajah subyek tentunya) ke dalam komposisi foto anda lalu menunggu momen yang pas untuk menekan tombol pengambil gambar. Anda juga bisa meminta subyek melakukan gerakan-gerakan tertentu, pilih gerakan yang sesuai dengan keseluruhan tema yang hendak anda sampaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan juga bahwa anda mungkin harus menunggu hingga tangan subyek berhenti bergerak (berada di puncak gerakan). Bila tangan subyek sedang bergerak dan anda mengambil fotonya bisa jadi pada hasil fotonya nanti tangan subyek anda tampak kabur. Hal ini semakin mungkin terjadi apabila kondisi cahaya agak kurang terang karena kamera melambatkan proses pengambilan gambar untuk mendapatkan jumlah cahaya yang cukup. Jadi pastikan anda mendapatkan cahaya yang cukup terang atau naikkan setelan ISO pada kamera anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSqbn6KKHCI/AAAAAAAAAJg/_gAw52ymEVI/s1600/nggak-kepotong.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Bersiaplah untuk yang tak terduga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kadang subyek foto melakukan gerakan tangan yang tidak direncanakan. Bisa jadi posisi tangannya lebih baik dari yang anda rencanakan. Tentu saja anda hanya bisa menangkap fotonya bila anda siap. Posisi tangan yang natural sudah pasti lebih baik daripada posisi tangan yang dibuat-buat. Setuju?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1358785189417406881-4504536670968177141?l=fotopraktis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotopraktis.blogspot.com/feeds/4504536670968177141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fotopraktis.blogspot.com/2011/01/jangan-potong-tangannya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1358785189417406881/posts/default/4504536670968177141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1358785189417406881/posts/default/4504536670968177141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotopraktis.blogspot.com/2011/01/jangan-potong-tangannya.html' title='Jangan Potong Tangannya!'/><author><name>Redani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18188433537253778327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSe9yY0T_II/AAAAAAAAAGs/giM0eaQa29s/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSqbrNsVr-I/AAAAAAAAAJk/O4dFYZXK80I/s72-c/kepotong.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1358785189417406881.post-4183205564048168999</id><published>2011-01-10T12:23:00.004+07:00</published><updated>2011-01-10T14:31:08.968+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='bunga'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tips'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='potret'/><title type='text'>Memotret Bunga Dengan Lebih Baik</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSq1em35g_I/AAAAAAAAAKM/u1EATQpfuQE/s1600/teratai-besar.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Bunga memang indah dan menarik hati bagi siapapun yang memandangnya, pria maupun wanita. Bila sedang membawa kamera di tangan sudah tentu kita rela meluangkan sedikit waktu untuk memotretnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun bila bunga tersebut kita potret ala kadarnya sering kali hasilnya jauh dari memuaskan. Dan lebih sayang lagi apabila ternyata bunga tersebut hanya mekar sekali setahun misalnya. Tentu sangat sayang bila kita mengabadikannya dengan asal saja. Nah berikut ini adalah beberapa cara yang bisa kita lakukan untuk mengabadikan bunga kita dengan lebih baik. Siap?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Perbaiki Kualitas Cahaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kualitas cahaya yang dimaksud adalah seberapa keras perpindahan dari terang ke bayangan. Apakah berbatasan langsung seperti sebuah garis ataukah bergradasi dengan halus sehingga kita tidak bisa lagi menunjuk batasnya dengan jelas. Yang kita cari adalah yang disebut terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah perbandingan foto yang diambil begitu saja di bawah cahaya matahari dengan foto yang diambil dengan sedikit “menghaluskan” cahaya matahari:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSqVYZd_J8I/AAAAAAAAAJc/M-ulO6GMeno/s1600/perbandingan.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Foto A diambil dalam kondisi bunga langsung terkena cahaya matahari. Foto B diambil dalam kondisi cahaya matahari “dihaluskan”. Foto B lebih enak dipandang daripada foto A. Setuju?&amp;nbsp;Bagian kotak nomor 1 pada foto A menunjukkan bayangan yang berpinggiran keras dari kelopak bunga yang diatas pada kelopak bunga yang ada di bawahnya.&amp;nbsp;Bagian kotak nomor 2 menunjukkan bagian mengkilap berupa pantulan cahaya matahari yang keras di atas daun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kita bisa menghilangkan efek di atas dengan bantuan sebuah “penghalus cahaya” yaitu sebuah light diffuser. Light diffuser adalah sebuah alat berbahan dasar kain atau plastik semi transparan berwarna putih (netral). Light diffuser dipasang sedemikian rupa sehingga cahaya matahari melewati light diffuser terlebih dahulu sebelum jatuh ke subyek foto. Light diffuser juga mengubah sumber cahaya yang tadinya kecil dan terang (matahari) menjadi sumber cahaya yang lebar, lembut dan merata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="400" src="http://3.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSqUDQC7-GI/AAAAAAAAAJQ/LDIEzb_hKls/s400/diagram-lighting-bunga.jpg" width="268" /&gt;&lt;/div&gt;Light diffuser bisa didapatkan di toko yang menjual peralatan fotografi. Harganya sekitar 200.000 rupiah dan alat ini juga bisa diubah fungsinya menjadi reflektor warna gold maupun silver (untuk pemotretan jenis lainnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menggunakan light diffuser anda juga bisa menggunakan kain putih yang dibentangkan. Gunakan bahan yang berwarna putih untuk menjaga warna bunga tidak berubah dari aslinya. Kertas kalkir juga bisa digunakan, yang penting secara prinsip adalah kita menghaluskan cahaya matahari sebelum jatuh ke bunga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa minta tolong seseorang untuk membantu memegangi light diffuser ini atau sekedar gantungkan di mana saja selama ada tempat untuk meletakkan bunga. Anda juga bisa menggantungkannya pada sebuah tripod seperti tampak pada foto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Setel White Balance Dengan Benar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa dari kita membiarkan setelan white balance (WB) di Auto. Walau praktis tapi cara ini membuat warna di foto tampil variatif bahkan tidak terkendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang benar adalah cocokkan setelan white balance dengan kondisi alam yang sebenarnya. Misal, bila kita sedang berada di cahaya matahari maka pilihlah white balance “Sunlight” yang bergambar matahari. Dengan cara ini maka warna-warna akan tampil natural dan cemerlang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Potret Bunga di Pagi Hari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potretlah bunga pada pagi hari kira-kira sebelum jam sembilan karena cahaya matahari pagi tidak bersinar terik seperti siang hari. Cahaya pagi hari menghasilkan kontras yang paling baik bagi kamera, antara bagian terang dan bagian bayangan masih tertangkap baik oleh kamera. Dan pagi hari langit biasanya masih berwarna biru cerah. Cocok bila dipadukan dengan warna kelopak bunga yang cerah. Lagipula di pagi harilah bunga tampil paling segar dan paling menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, sekarang anda giliran anda mempraktekkannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1358785189417406881-4183205564048168999?l=fotopraktis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotopraktis.blogspot.com/feeds/4183205564048168999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fotopraktis.blogspot.com/2011/01/memotret-bunga-dengan-lebih-baik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1358785189417406881/posts/default/4183205564048168999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1358785189417406881/posts/default/4183205564048168999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotopraktis.blogspot.com/2011/01/memotret-bunga-dengan-lebih-baik.html' title='Memotret Bunga Dengan Lebih Baik'/><author><name>Redani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18188433537253778327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSe9yY0T_II/AAAAAAAAAGs/giM0eaQa29s/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSq1em35g_I/AAAAAAAAAKM/u1EATQpfuQE/s72-c/teratai-besar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1358785189417406881.post-7579408827215444973</id><published>2011-01-10T10:32:00.002+07:00</published><updated>2011-01-20T22:57:28.242+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kamera'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pocket cam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='pocket'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kamera saku'/><title type='text'>Siapa Bilang Pakai Kamera Saku Nggak Bisa Bagus?</title><content type='html'>“Pantesan fotonya bagus, pakai kamera Digital SLR canggih sih”. Hmm..? Masa sih?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayo kita buktikan bahwa kamera apapun sebenarnya bisa kita gunakan untuk membuat foto yang bagus. Setiap foto disini merupakan hasil langsung dari kamera dan tidak melalui post processing / editing Photoshop atau sejenisnya, hanya resize dan penambahan watermark.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah foto-foto yang dibuat menggunakan kamera saku:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSp4kG22XMI/AAAAAAAAAJA/Zx_G6A5o11Q/s1600/IMG_0476_blog.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSp5Hey_RpI/AAAAAAAAAJE/Zp2V0Xl6RTI/s1600/quran.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSp53Q2T4jI/AAAAAAAAAJM/zsTgVnCI_t4/s1600/pohon-kelapa.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSp5y-F86EI/AAAAAAAAAJI/gl4Ean6wTUg/s1600/daun-pisang.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kamera yang digunakan untuk mengambil semua foto di atas, "cuma" sebuah Canon Ixus i 4 Megapixel buatan 2003:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSkBMXJM6qI/AAAAAAAAAHQ/W_YM-GTDlLQ/s1600/IMG_1448.JPG" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah bagaimana? Anda sekarang siap berburu foto cantik dengan kamera saku anda?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1358785189417406881-7579408827215444973?l=fotopraktis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotopraktis.blogspot.com/feeds/7579408827215444973/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fotopraktis.blogspot.com/2011/01/siapa-bilang-pakai-kamera-saku-nggak.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1358785189417406881/posts/default/7579408827215444973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1358785189417406881/posts/default/7579408827215444973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotopraktis.blogspot.com/2011/01/siapa-bilang-pakai-kamera-saku-nggak.html' title='Siapa Bilang Pakai Kamera Saku Nggak Bisa Bagus?'/><author><name>Redani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18188433537253778327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSe9yY0T_II/AAAAAAAAAGs/giM0eaQa29s/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSp4kG22XMI/AAAAAAAAAJA/Zx_G6A5o11Q/s72-c/IMG_0476_blog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1358785189417406881.post-130819666563713902</id><published>2011-01-10T09:51:00.003+07:00</published><updated>2011-01-10T13:18:06.295+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kamera'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mitos'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='megapixel'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='noise'/><title type='text'>Mitos Megapixel</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;Bila anda pergi ke toko hendak membeli kamera maka kemungkinan besar penjual akan mengusulkan anda membeli kamera dengan megapixel yang tinggi dengan alasan “lebih bagus”. Apa iya benar begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabnya ya dan tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya" bagi mereka yang membutuhkan resolusi tinggi dan bisa menjamin lingkungan bekerja selalu dalam kondisi cahaya yang cukup dan "tidak" bagi mereka yang cukup dengan mengandalkan cahaya alami dan tidak membutuhkan foto beresolusi tinggi&amp;nbsp;seperti kebanyakan dari kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Penjelasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: right; margin-left: 1em; text-align: right;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSpyBVQoifI/AAAAAAAAAIs/Go2e2Mw0XU0/s1600/sensor.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSpyBVQoifI/AAAAAAAAAIs/Go2e2Mw0XU0/s1600/sensor.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Sensor penangkap gambar&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;Megapixel (= juta pixel) adalah satuan jumlah titik (pixel) sensor cahaya pada sebuah bidang berbentuk kotak. Sensor ini adalah penangkap gambar di kamera anda. Anda bisa membayangkannya sebagai sebuah matriks dua dimensi yang memiliki panjang dan lebar. Semakin besar megapixel berarti semakin banyak pula titik penyusun matriks tersebut dan semakin kecil titik-titik sensornya. Semakin kecil titik sensornya maka semakin buruk pula daya tangkapnya terhadap cahaya (ini adalah hukum fisika dan kita tidak bisa mengubahnya). Semakin buruk daya tangkapnya mengakibatkan data warna yang terekam semakin tidak akurat. Singkatnya, warna di foto dapat menjadi buram dan penuh titik-titik yang mengganggu.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSpyE7z5mSI/AAAAAAAAAIw/y5_YoJAB520/s1600/noise.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSpyE7z5mSI/AAAAAAAAAIw/y5_YoJAB520/s1600/noise.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Noise terlihat sebagai bintik-bintik&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;Salah satu kelebihan dari megapixel yang tinggi adalah kita bisa mencetak foto lebih besar. Bila kamera 6 megapixel bisa dicetak hingga 25,5 x 17 cm maka kamera 12 megapixel bisa dicetak hingga 36 x 24cm (dengan asumsi pencetakan dengan resolusi ideal 300 titik per inci). Tentu anda bisa mencetak lebih besar daripada angka di atas tapi cetakan foto anda akan mengalami penurunan ketajaman (hasil cetak foto dari kamera 6 megapixel ke ukuran cetak 60 x 90 cm terlihat baik-baik saja dari jarak normal, bukan dari jarak sangat dekat).&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Adakah kelebihan kamera bermegapixel rendah? Ada. Kamera bermegapixel lebih rendah lebih mampu menghasilkan warna-warna yang lebih natural dan masih mampu menghasilkan foto yang baik pada kondisi redup tanpa tata cahaya tambahan. Hal ini karena titik-titik sensornya lebih besar sehingga bisa menangkap cahaya lebih banyak pada waktu yang lebih singkat dan lebih bersih dari noise.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya hasil foto kamera bermegapixel tinggi akan baik-baik saja pada kondisi pencahayaan yang cukup seperti pagi dan siang hari. Kekurangan kamera ini baru akan terlihat pada foto yang diambil pada saat cahaya redup seperti magrib dan malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu siapa yang diuntungkan dari kamera bermegapixel tinggi? Mereka yang bekerja berhubungan dengan media cetak seperti majalah dan periklanan. Umumnya mereka selalu menggunakan tata cahaya sendiri sehingga tidak terpengaruh kondisi cuaca, dengan demikian kamera bermegapixel tinggi mereka selalu dapat menghasilkan gambar yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seumur hidup anda belum pernah mencetak foto lebih besar dari 5R maka anda akan baik-baik saja dengan kamera 3 megapixel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1358785189417406881-130819666563713902?l=fotopraktis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotopraktis.blogspot.com/feeds/130819666563713902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fotopraktis.blogspot.com/2011/01/mitos-megapixel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1358785189417406881/posts/default/130819666563713902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1358785189417406881/posts/default/130819666563713902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotopraktis.blogspot.com/2011/01/mitos-megapixel.html' title='Mitos Megapixel'/><author><name>Redani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18188433537253778327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSe9yY0T_II/AAAAAAAAAGs/giM0eaQa29s/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSpyBVQoifI/AAAAAAAAAIs/Go2e2Mw0XU0/s72-c/sensor.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1358785189417406881.post-6897500826000010034</id><published>2011-01-10T09:35:00.003+07:00</published><updated>2011-01-10T13:20:02.281+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kamera'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DSLR'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='digital SLR'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='panduan'/><title type='text'>Panduan Memilih Digital SLR</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.tentopnetwork.co.uk/_elements/large/183-Canon500d.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Selamat, anda sudah memutuskan bahwa anda membutuhkan kamera jenis Digital SLR (DSLR). Dengan banyaknya merk dan tipe kamera jenis ini yang manakah yang patut anda bawa pulang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Budget&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah penentu paling utama. Walaupun anda menginginkan DSLR kelas atas tapi bila tidak ada budgetnya percuma saja kan? Lagipula perbedaan image quality antar kelas tidak banyak berbeda. Jangan lupa bahwa anda juga harus membeli barang-barang berikut untuk melindungi “investasi” anda:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;lensa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;alat pembersih&lt;/li&gt;&lt;li&gt;tempat penyimpanan kamera dan lensa&lt;/li&gt;&lt;li&gt;flash dan aksesoris lainnya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;tas khusus kamera&lt;/li&gt;&lt;li&gt;dll&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Merk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua merk DSLR pada dasarnya memiliki produk yang baik. Merk-merk yang sudah lebih dahulu beredar biasanya sudah memiliki jaringan penjualan dan servis yang lebih luas. Servis sangat penting karena bisa saja suatu saat kamera kita bermasalah. Kita tentu tidak ingin berlama-lama berpisah dari kamera kita bukan? “Merk lama” juga biasanya sudah memiliki jajaran produk dan aksesoris yang lebih komplit dan variatif. Tapi bukan berarti “merk baru” tidak layak dipilih lho. Merk-merk baru ini lebih berani menawarkan teknologi dan fitur-fitur baru dengan harga yang lebih kompetitif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda juga mungkin lebih baik memilih merk yang umum ada di wilayah anda atau komunitas fotografer di sekitar anda. Dengan begitu anda bisa mencoba dan bertukar lensa dan aksesoris dari teman-teman anda tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Kelas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DSLR juga punya kelas-kelas. Walaupun akhir-akhir ini batasnya makin kabur tapi paling tidak kita bisa membaginya menjadi tiga: low-end, middle dan high-end. Bila budget anda besar silakan saja langsung membeli yang high-end. Langkah ini lebih baik daripada anda membeli low-end lalu bolak-balik beli DSLR sampai ke kelas high-end. Namun bila budget anda hanya cukup untuk membeli low-end jangan khawatir karena biasanya tidak ada perbedaan berarti di sisi image quality dengan yang high-end.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah beberapa perbedaan antar kelas walau tidak selalu demikian:&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;low-end bodi kecil, high-end lebih besar (untuk alasan kekokohan dan lainnya)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;low-end rangka bodi dari plastik, high-end dari logam&lt;/li&gt;&lt;li&gt;low-end tidak ada seal penangkal air dan debu, high-end ada&lt;/li&gt;&lt;li&gt;low-end menggunakan sensor jenis cropped, high-end menggunakan full-frame (dibahas di bawah)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;low-end tombol sedikit, high-end punya banyak tombol di bodinya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;banyak lagi&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan fitur DSLR kelas middle terletak bervariasi di antara low dan high-end.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring waktu fitur-fitur kelas high-end dan low-end mengalami perombakan. Yang tadinya sebuah fitur tertentu hanya ada di high-end seiring waktu sekarang sudah bisa dinikmati di middle dan low-end. Dan ada juga produsen yang mendahulukan memasang fitur baru di kelas low-end, baru kemudian menyertakannya di kelas high-end.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Sensor Gambar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sensor adalah bagian penangkap gambar yang menggantikan posisi film pada kamera “jaman dahulu”. Ada dua jenis ukuran sensor yang mendominasi kamera DSLR, yaitu sensor ukuran “full-frame/FF” yang berukuran sama dengan film 35mm (ingat film negatif yang sering anda mainkan sewaktu masih kecil dan anda dimarahi ayah anda?) dan sensor ukuran “cropped” (atau sering disebut sensor APS-C) yang berukuran lebih kecil. Sensor “full frame” secara umum lebih unggul di sisi kejernihan warna dan kebersihan gambar. Sedangkan sensor “cropped” unggul di sisi harga yang lebih murah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Lensa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah biangnya suatu sistem kamera. Bila anda memiliki sekumpulan lensa merk tertentu warisan orang tua anda maka mungkin lebih baik anda meneruskan menggunakan merk tersebut. Hal ini wajar karena selain harganya yang cukup mahal, usia lensa bisa jauh lebih panjang daripada usia bodi kamera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa merk mempunyai jajaran lensa yang lebih baik atau lebih banyak dari merk lainnya. Pastikan anda memilih merk yang tepat karena begitu anda mulai mengoleksi banyak lensa maka makin sulit untuk berpindah merk karena berarti anda harus membeli lensa-lensa untuk merk yang baru anda pakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Pegang dan Rasakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini termasuk bagian yang sangat penting. Anda harus merasakan sendiri nyaman atau tidaknya sebuah kamera DSLR di tangan anda, anda tidak bisa mewakilkan hal ini ke asisten anda misalnya. Bayangkan bila anda menggunakan sesuatu yang tidak nyaman setiap hari, tentu tidak enak bukan (selain anda mungkin jadi lebih sering memarahi asisten anda tersebut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desain pegangan kamera bisa jadi sangat nyaman bagi seseorang dan tidak nyaman bagi orang lainnya. Begitu juga letak tombol-tombol dan dialnya (tombol putar). Intip juga lubang viewfindernya, beberapa tipe DSLR memiliki viewfinder yang terasa lebih lapang dan lebih terang dari tipe lainnya. Rasakan bobot DSLR di tangan anda, apakah terasa mantap atau ringkih. Begitu anda memilih maka pastikan anda sudah memilih yang paling nyaman untuk anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: large;"&gt;Proteksi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lindungi kamera anda dari jamur dan debu. Belilah alat-alat pembersih seperti blower, sikat dan tisu lensa untuk membersihkan kamera dan lensa anda. Juga belilah dry box, yaitu kotak besar tempat menyimpan kamera dan lensa agar tidak berjamur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat berbelanja.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1358785189417406881-6897500826000010034?l=fotopraktis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotopraktis.blogspot.com/feeds/6897500826000010034/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fotopraktis.blogspot.com/2011/01/panduan-memilih-digital-slr.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1358785189417406881/posts/default/6897500826000010034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1358785189417406881/posts/default/6897500826000010034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotopraktis.blogspot.com/2011/01/panduan-memilih-digital-slr.html' title='Panduan Memilih Digital SLR'/><author><name>Redani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18188433537253778327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSe9yY0T_II/AAAAAAAAAGs/giM0eaQa29s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1358785189417406881.post-1183306514061192264</id><published>2011-01-09T08:36:00.004+07:00</published><updated>2011-01-10T13:22:38.342+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kamera'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DSLR'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='digital SLR'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kamera saku'/><title type='text'>Kamera “Z” Bagus Nggak?</title><content type='html'>&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="278" src="http://digitalcameras.techfresh.net/wp-content/uploads/2008/09/pentax-k2000.jpg" width="320" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Kamera digital SLR&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Sebuah pertanyaan yang sering ditanyakan dan saya selalu balik bertanya kepada si penanya, buat dipakai dimana dan motret apa? :)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita punya standar dan kebutuhan berbeda, oleh karena itu kita bisa saja butuh kamera yang berbeda spesifikasi pula. Kamera yang dianggap bagus oleh si A belum tentu memuaskan kebutuhan si B dan sebaliknya. Oleh karena itu, sebelum meminang sebuah kamera ada baiknya dillihat dulu kebutuhan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Jika anda ingin memiliki kamera yang mudah dibawa kemana-mana, tidak mau pusing dengan segala setelan dan tidak mempermasalahkan kualitas warna dan gambar (selama tidak terlalu parah tentunya) maka selamat buat anda, ada banyak kamera di luar sana untuk anda. Silakan pilih kamera poket merk dan warna casing apa saja yang anda sukai, sesuai dengan budget anda.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Jika anda ingin belajar fotografi dan tidak ingin kamera yang besar dan mahal semacam DSLR (Digital Single Lens Reflex), silakan pilih kamera poket yang memiliki setelan manual. Tanyakan pada si penjual tentang kamera poket yang memiliki mode P,A,S dan M (mode-mode ini memungkinkan anda “ikut campur” dalam eksekusi pengambilan foto). Cukup banyak pilihan untuk anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.imaging-resource.com/PRODS/CP5100/images/cp-mode.jpg" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Mode P,A,S dan M&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Jika anda memiliki dana cukup besar, silakan pilih kamera DSLR yang sesuai dengan dana anda. Silakan pilih DSLR dari kelas tertinggi yang bisa dijangkau dengan budget, karena harganya cukup mahal bila anda harus beli lagi bila anda ingin ‘naik kelas’. Jangan lupa sisihkan budget untuk membeli lensa-lensa yang berkualitas karena investasi sebenarnya ada di lensa, bukan bodi kamera. Untuk merk silakan pilih merk kesukaan anda, baik juga jika disamakan dengan komunitas fotografi di sekitar anda agar suatu saat bisa saling pinjam-meminjam lensa (karena dudukan lensa ke bodi kamera berbeda-beda hampir di setiap merk maka kita tidak bisa menggunakan lensa merk A di kamera merk B).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat memilih.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1358785189417406881-1183306514061192264?l=fotopraktis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotopraktis.blogspot.com/feeds/1183306514061192264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fotopraktis.blogspot.com/2011/01/kamera-z-bagus-nggak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1358785189417406881/posts/default/1183306514061192264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1358785189417406881/posts/default/1183306514061192264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotopraktis.blogspot.com/2011/01/kamera-z-bagus-nggak.html' title='Kamera “Z” Bagus Nggak?'/><author><name>Redani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18188433537253778327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSe9yY0T_II/AAAAAAAAAGs/giM0eaQa29s/S220/me.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1358785189417406881.post-2206318069393602597</id><published>2011-01-09T07:30:00.005+07:00</published><updated>2011-01-10T13:28:28.372+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kamera'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='DSLR'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='digital SLR'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='kamera saku'/><title type='text'>Kamera Terbaik di Dunia</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="http://1.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSkBMXJM6qI/AAAAAAAAAHQ/W_YM-GTDlLQ/s400/IMG_1448.JPG" width="400" /&gt;&lt;/div&gt;Sayangnya tidak ada yang namanya kamera terbaik di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua benda atau perangkat pasti punya spesialisasi dan oleh karenanya pasti punya kekurangan. Tidak ada hal yang paling hebat dalam segala hal.&amp;nbsp;Setiap orang punya kebutuhan berbeda, oleh karena itu maka kamera terbaik adalah yang paling sesuai dengan kebutuhan masing-masing dan tentu saja budget yang tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gunakan dan nikmati kamera yang anda miliki saat ini, bukan kamera canggih yang masih nongkrong di etalase toko. Dengan kamera yang ada di tangan anda bisa membuat foto sedangkan dengan yang ada di etalase toko anda tidak bisa membuat foto satupun.&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Setuju?&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1358785189417406881-2206318069393602597?l=fotopraktis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotopraktis.blogspot.com/feeds/2206318069393602597/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fotopraktis.blogspot.com/2011/01/kamera-terbaik-di-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1358785189417406881/posts/default/2206318069393602597'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1358785189417406881/posts/default/2206318069393602597'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotopraktis.blogspot.com/2011/01/kamera-terbaik-di-dunia.html' title='Kamera Terbaik di Dunia'/><author><name>Redani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18188433537253778327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSe9yY0T_II/AAAAAAAAAGs/giM0eaQa29s/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSkBMXJM6qI/AAAAAAAAAHQ/W_YM-GTDlLQ/s72-c/IMG_1448.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1358785189417406881.post-5791706292254986213</id><published>2011-01-08T08:03:00.003+07:00</published><updated>2011-01-10T13:27:15.950+07:00</updated><title type='text'>Hai</title><content type='html'>Terima kasih sudah berkunjung kemari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya saya memutuskan untuk membuat blog di blogspot karena blog saya yang tadinya beralamat di www.redani.co.cc.&amp;nbsp;diblok oleh Facebook bersamaan dengan semua website berakhiran .co.cc lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mudah-mudahan dengan pindahnya blog ini tulisan artikel-artikel saya bisa kembali diakses dan bermanfaat buat semua pembaca, sesuai dengan tujuan saya semula yaitu membuat ilmu fotografi menjadi mudah dipahami dan dipraktekkan bagi semua kalangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam hangat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Redani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="separator" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSj9S1a6vsI/AAAAAAAAAHM/hMErVvmmlRg/s1600/DAN_8220.JPG" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1358785189417406881-5791706292254986213?l=fotopraktis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://fotopraktis.blogspot.com/feeds/5791706292254986213/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://fotopraktis.blogspot.com/2011/01/hai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1358785189417406881/posts/default/5791706292254986213'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1358785189417406881/posts/default/5791706292254986213'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fotopraktis.blogspot.com/2011/01/hai.html' title='Hai'/><author><name>Redani</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18188433537253778327</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://2.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSe9yY0T_II/AAAAAAAAAGs/giM0eaQa29s/S220/me.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_RVc9lH5IwrU/TSj9S1a6vsI/AAAAAAAAAHM/hMErVvmmlRg/s72-c/DAN_8220.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
